Jumat, 01 Juni 2012

Tentang Belut di Indonesia



1.    KONDISI BELUT DI INDONESIA
Belut adalah jenis ikan air tawar yang banyak terdapat di Indonesia, terutama di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan sebagian Sulawesi.  Berbeda dengan SIDAT (Angulia Sp), yang berkembang biak di laut dalam, belut berkembang biak di sawah-sawah, di rawa-rawa dan di kali-kali kecil yan berlumpur.

BELUT
 (Monopterus Albus/Synbrancus)
SIDAT 
(Anguilla Sp.)
 


1
Ciri Fisik
1
Ciri Fisik

a.
Bentuk bulat panjang mengecil dibagian ekor

a.
Belut bulat panjang, memipih di bagian ekor

b.
warna punggung coklat kekuningan sampai kehitaman, warna perut keputihan

b.
warna punggung abu-abu, kelabu atau keperakan, warna perut putih

c.
tidak bersirip

c.
bersirip dada, perut,punggung yang menyatu di bagian ekor

d.
tidak bersisik

d.
bersisik halus

e.
tidak bergigi

e.
bergigi kecil-kecil tajam

f.
mata kecil

f.
mata lebih besar

 g.
kepala kecil meruncing

 g.
kepala besar hampir persegi
2
Habitat
2
Habitat

a.
Memijah di lumpur air tawar

a.
Memijah dan menetas di laut dalam

b.
setelah menetas hidup dan dewasa di air tawar berlumpur

b.
setelah menetas menuju hulu sungai atau rawa atau danau yag terhubung dengan laut
3
Makanan
3
Makanan


Carnifora (cacing, ikan-ikan kecil, plankton)


Carnivora (ikan-ikan kecil, udang)
4
Reproduksi
4
Reproduksi


Hermaphrodit protigini


Non hermaphrodit
5
Daging
5
Daging


Merah, lembut, gurih


Putih, kenyal











Berbentuk bulat panjang seperti ular, namun tidak bersirip, tidak bersisik, tidak bergigi, tidak berpatil, dan sangat pasif (jarang bergerak), belut sangat sensitif dan mudah diserang oleh musuh-musuhnya. Alat pertahanan diri hanyalah lendir yang membuat belut licin sehingga sulit ditangkap. Karena itulah belut sangat suka membuat lubang di lumpur untuk berlindung.
Belut berdaging kemerahan karena banyak mengandung zat besi, lembut dan gurih dengan kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang tua.


Di Indonesia belut sangat disukai karena rasanya yang gurih dan banyak dijual di pasar-pasar tradisional, pasar swalayan higga rumah makan-rumah makan, dalam kondisi hidup, maupun olahan seperti: keripik, abon, dendeng, dan sebagainya. Permintaan belut di pasar tradisional sendiri sangat besar. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya saja diperlukan puluhan ton per harinya. Belut juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein, sumber energi, pencegah dan obat berbagai macam penyakit dan bahan kosmetik.  

Bogor adalah salah satu  kabupaten  di Provinsi Jawa Barat yang tidak mempunyai wilayah laut, sehingga sektor perikanan yang dikembangkan adalah sektor perikanan air tawar. Salah satu sektor perikanan yang sangat bagus dikembangkan di Kabupaten Bogor adalah Belut sawah (monopterus albus) dan belut rawa (synbrancus).
Kabupaten Bogor mempunyai curah hujan yang cukup tinggi, sehingga lahan di Bogor sangat subur dan air berlimpah. Dengan tanah yang subur dan air yang berlimpah, maka budidaya perikanan air tawar terutama belut tidak akan banyak mengalami kendala sepanjang tahun.

Saat ini telah banyak peternak-peternak di Kabupaten Bogor dan Indonesia yang membudidayakan belut, baik secara tradisional maupun intensif. Peternak belut tradisional, biasanya memanfaatkan lahan persawahan tradisional sebagai lahan budidayanya, sementara peternak intensif menggunakan kolam-kolam dan wadah-wadah khusus untuk budidaya.
Peternak tradisional tidak membudidayakan belut secara khusus, tetapi hanya menjadikan belut sebagai alternatif sampingan bersamaan dengan tanaman sawah lain seperti padi, berbeda dengan peternak intensif yang menjadikan budidaya belut sebagai pokok usaha.
Budidaya belut yang dilakukan oleh peternak-peternak tradisional sangat tergantung pada musim dan cuaca. Jika musim hujan dan tanma padi, peternak tradisional dapat menghasilkan cukup besar, namun pada musim kemarau, sangat sedikit sekali dapat menghasilkan belut.
Peternak-peternak intensif membudidayakan belut sepanjang musim karena dapat mengatur teknik pengairannya sehingga dapat menghasilkan belt sepanjang tahun. Namun saat ini masih belum banyak peternak yang membudidayakan belut secara intensif karena terkendala dengan lahan, prasarana, sarana dan modal.
Peternak-peternak tersebut sebagian besar tergabung dalam kelompok-kelompok tani atau kelompok belajar usaha, sehingga jika dikumpulkan dapat mengasilkan belut dalam jumlah yang cukup besar. Selain peternak-peternak kecil yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani atau kelompok belajar usaha terdapat beberapa peternak/pengusaha dengan modal yang cukup besar sekarang menjadi eksportir belut di kabupaten Bogor. 

2.    JENIS BELUT YANG DIBUDIDAYAKAN DI PKBM BAITUL ILMI
Jenis-jenis belut yang kami budidayakan adalah:
a.    Belut Sawah (monopterus albus)
Belut sawah banyak dibudidayakan oleh peternak-peternak di bogor dalam kolam-kolam budidaya bermedia lumpur seperti sawah.
Belut sawah mempunyai ciri-ciri:
1)    Kulit lebih cerah
2)    Mata lebih kecil
3)    Perbandingan antara diameter dan panjang badan, 1:20
4)    Lebih suka di habitat lumpur dengan sedikit air
5)    Daging lebih tebal dan gurih

b.    Belut Rawa (Synbrancus)
Belut rawa dibudidayakan karena dianggap lebih mudah dibudidayakan di air bening tanpa lumpur dan dapat berkembang menapai ukuran yang lebih besar
Belut rawa mempunyai ciri-ciri:
1)    Kulit lebih gelap
2)    Mata lebih besar
3)    Perbandingan antara diameter dan panjang badan, 1:30
4)    Lebih suka di habitat air dengan sedikit lumpur
5)    Daging lebih tipis



3.    PELESTARIAN BIBIT
Pasar belut yang sangat terbuka dan harga belut yang relatif tinggi dibandingkan dengan komoditas ikan air tawar lain di pasar tradisional dan interasional, menjadikan belut sangat diburu. Berbagai aam cara dipergunakan oleh pemburu-pemburu liar di alam, menjadikan belut di alam saat ini semakin langka dan menurut perkiraan saat ini populasi belut di alam tinggal 5-10% saja dibandingkan satu dekade yang lalu. Hal tersebut tentu menjadi keprihatinan kita bersama, namun saat ini telah dilakukan berbagai upaya untuk pelestariannya. 
Berbeda dengan SIDAT yang 100% bibitnya berasal dari tangkapan alam dan sulit dikembangbiakkan karena memijah di laut dalam, maka belut sangat mudah untuk dikembang-biakkan, karena belut memijah di habitat air tawar berlumpur, bahkan saat ini telah dilakukan beberapa kali uji coba pemijahan di media air tanpa lumpur dan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Seekor belut betina biasanya mampu menghasilkan antara 300-600 butir telor pada saat memijah dan biasanya hanya 50-70% saja yang berhasil menetas dan tumbuh menjadi besar hingga mencapai ukuran konsumsi. Saat ini terdapat pusat-pusat penelitian dan pengembangan budidaya belut sawah di daerah Bogor, yaitu di Desa Cipambuan  Kec. Babakan Madang dan di Kecamatan Caringin. Selain itu, kami telah melakukan berbagai upaya pelestarian antara lain: penyelenggaraan pelatihan budidaya belut kepada para calon peternak serta melakukan  bimbingan, penyuluhan dan pendampingan kepada para peternak secara konsisten dan terus menerus. Bantuan konsultasi teknik dan sarana budidaya juga kami lakukan untuk membantu para peternak.

4.    EKSPORT BELUT KE JEPANG DAN TEKNIS PENGIRIMAN
Saat ini banyak permintaan  ke peternak belut di Bogor dari luar negeri antara lain ke Jepang, Korea, Taiwan, Singapura dan Malaysia.
Permintaan belut dari Jepang cukup tinggi mencapai puluhan ton per minggunya. Belut yang diekspor ke Jepang, biasanya dalam bentuk daging filet beku (Frozen) dengan ukuran berat minimal 200 gram per ekor.
Buyer Jepang biasanya datang langsung atau melalui agennya di Indonesia ke peternak untuk melihat dan melakukan negoisasi harga. Setelah merasa cocok dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh kedua belah pihak, maka buyer Jepang biasanya langsung memberikan order pada peternak.
Belut kemudian difillet, yaitu dipisahkan tulang, ekor dan kepalanya, kemudian dibekukan dan disimpan di cool storage hingga kuantitasnya mencukupi untuk dipacking dan dikirim ke Jepang.
Packing belut beku biasanya menggunakan plastik yang dimasukkan ke dalam styrofoam dan kemudian dilak kemudian dimasukkan ke dalam dus. Untuk menjaga kebekuan, biasanya digunakan dry ice yang dimasukkan ke dalam styrofoam di luar plastik.
Masalah pengiriman biasanya ditangani sendiri oleh agen buyer Jepang di Indonesia melalui udara atau laut tergatung kuantitas pengiriman.


5.    HARGA PASARAN BELUT KE JEPANG
Harga belut relatif sangat murah dibandingkan harga sidat. Jika harga sidat mencapai Rp300.000/kg, maka harga belut hanya Rp60.000 –Rp90.000 per kg. Hal tersebut menjadikan belut sebagai alternatif yang sangat menguntungkan bagi importir belut Jepang. Harga tersebut adalah harga belut hidup di tempat. Sedangkan biaya pengolahan (filleting dan frozening), pengemasan (packing) dan pengiriman (shipping) belum termasuk di dalamnya.

6.    Spesifikasi dan Harga yang ditawarkan

Size
(gram)
Harga per Kg
(Rp)
Kapasitas Produksi per minggu (Kg)
<50
40000
1000
50-100
45000
500
100-200
50000
500
200-300
55000
500
>300
60000
500

Catatan: Harga adalah harga belut hidup franco Bogor, belum termasuk: biaya filleting, packing, pengurusan surat-surat kepengurusan ekspor dan shipping (pengiriman).
Poskan Komentar